Wednesday, September 28, 2011

Berfikir kedepan, matang dan optimis

Sedikit kaum muda yang memikirkan masa depan mereka, kehidupan mereka nanti. Kebanyakan diantara mereka hanya bersenang-senang dan hanya memikirkan kehidupan saat ini saja. Tetapi, ketauhilah tak selamanya kalian bisa menikmati kesenangan itu. Apa kalian akan selamanya berpangku tangan kepada orang tua ? Tentu tidak teman-teman. Kalian harus bersiap mandiri, beban tanggung jawab masa depan akan kalian pikul demi kehidupan yang akan datang, dalam bekerja dan berkeluarga kelak. Dan kaum muda kebanyakan bilang "mumpung masih muda, santai-santai aja dulu , nikamtin aja masa muda lu ...". Lontaran kalimat itu sungguh salah besar teman-teman. Masa muda adalah masa yang paling baik untuk bekerja keras, karena semangat dan kesanggupan mereka untuk melakukannya dan hanya akan memetik hasilnya nanti di masa tua. Fikirkan teman-teman , manfaatkan masa muda kita untuk memikirkan masa tua kita. Demi anak cucu kita nanti.

Impian yang dapat menghapus semua coretan-coretan masa lalu anda

Pada saat kita lahir ke dunia ini , kita bagaikan kertas putih bersih yang belum ada coretan dosa dan kesalahan. tetapi, sekarang kertas putih itu sudah tercoreng oleh coretan kesalahan-kesalahan yang kita sesali sampai saat ini. Jangan disesali apa yang sudah terjadi. Maka yang perlu kita lakukan sekarang adalah, ambil tindakan . Taruh impian anda di tengah-tengah coretan kesalahan anda. Percayalah bahwa anda bisa mewujudkan impian tersebut. Selalu berfikir positif dan terus yakin. Tentunya dengan sebuah tindakan dan pengorbanan. Maka, lama kelamaan coretan kesalahan tersebut akan terhapus dari kertas kehidupan anda. . .

Indahnya Dunia

Ketika sore itu ku berjalan arah pulang menggunakan scooter matic di daerah cibubur, baru kusadari betapa indahnya dunia ini. menikmati angin sore yang kadang membuat ku rindu akan suasana itu. Melihat perkampungan yang masih alami, orang-orang yang tertawa dan tersenyum dengan keluarganya. Nnak-anak muda yang bersiap untuk "malam mingguan" bersama kekasih dan teman-temannya. hanya 20-40 kilometer saja ku mengendarai scooter matic ku demi menikmati suasana yang sangat jarang aku temukan dan rasakan. Tetapi, saat itu akupun sadar. masih banyak harapan dan cita-cita ku untuk masa depan, untuk orang tua. ku percepat laju scooter matic ku, agar ketika adzan magrib tiba , aku sudah sampai di rumah tercinta. .

Allah tidak akan merubah nasib, suatu kaum kalau mereka sendiri tidak mau merubahnya



Di suatu daerah terdapat tempat pangkas rambut yang selalu ramai pengunjung. karena tempatnya yang strategis dan nyaman. sampai suatu ketika datanglah seorang pemuda yang hendak mencukur rambut "gondrong"nya. terjadi lah percakapan di antara pemuda dan tukang cukur tersebut
pemuda : wahh rame terus ya mas ?
tkg.ckr : allhmdulillah mas .(sambil tersenyum)
pemuda : asli mana mas ?
tkg.ckr : oh saya asli sukabumi mas
pemuda : oh brrti salah ya manggilnya bukan mas tapi

Friday, September 23, 2011

Masuk kuliah (lagi) . . .

    Setelah libur panjang dinikmati oleh mahasiswa Gunadarma, hari Rabu kemarin kami, mahasiswa 2KA20 kembali masuk kuliah (lagi). Gue, yang biasanya mandi siang, pada hari itu harus, kudu, wajib mandi pagi-pagi untuk kuliah. "Dingin banget ya ? Apa gara-gara jarang mandi pagi-pagi (lagi) ya ? " tutur gue dalem hati. Senyum-senyum sendiri di perjalanan menuju kampus, dalem hati gue " Gila gue kuliah lagi,

Thursday, June 9, 2011

Manusia dan kegelisahan


Selama hidup di dunia, pasti manusia sering mengalami kegelisahan. Kegelisahan yang membuat kita tidak tenang, tidak sabar, bingung, panik, takut dan cemas. Ketika sedang gelisah, kebanyakan orang bermondar-mandir, duduk termenung dan memegang kepalanya. 

                                                                               
"Sigmon Freud"seorang ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu: kecemasan kenyataan, kecemasan

Manusia dan Harapan

Ketika seseorang mengharapkan sesuatu dia harus mengetahui bahwa harapan itu akan berkonsekuensi pada tiga hal:
1. Mencintai apa yang ia harapkan.
2. Ia merasa khawatir tidak mendapatkan apa yang ia harapkan.
3. Ia berusaha untuk mendapatkan apa yang diharapkan dengan segala kemampuannya.

Harapan yang tidak disertai satupun dari tiga hal